Home » Transisi Energi dan Perannya dalam Mengatasi Perubahan Iklim

Transisi Energi dan Perannya dalam Mengatasi Perubahan Iklim

by admin
transisi energi

Suara Kampus – Transisi energi adalah perubahan dari penggunaan sumber energi yang berbasis fosil menjadi sumber energi yang terbarukan, bersih, dan ramah lingkungan. Transisi energi bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan efisiensi energi, dan menciptakan sistem energi yang lebih berkelanjutan dan adil. Transisi energi juga dapat memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan kesehatan bagi masyarakat.

Beberapa contoh sumber energi terbarukan yang digunakan dalam transisi energi adalah tenaga angin, tenaga surya, tenaga air, tenaga biomassa, dan tenaga geotermal. Sumber energi ini dapat menghasilkan listrik, panas, atau bahan bakar tanpa menghasilkan polusi atau limbah berbahaya. Selain itu, sumber energi terbarukan juga memiliki potensi yang besar dan tidak akan habis seperti sumber energi fosil.

Untuk mendukung transisi energi, diperlukan teknologi dan infrastruktur yang canggih dan terintegrasi. Beberapa teknologi yang berperan dalam transisi energi adalah baterai lithium-ion, smart grid, electric vehicle, dan hydrogen fuel cell. Teknologi-teknologi ini dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan, distribusi, dan penggunaan energi terbarukan. Teknologi-teknologi ini juga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil dan menghemat biaya energi.

Transisi energi merupakan salah satu isu penting yang dihadapi oleh dunia saat ini. Transisi energi dapat membantu mengatasi permasalahan perubahan iklim, krisis energi, dan ketimpangan sosial. Transisi energi juga dapat membuka peluang baru bagi pembangunan ekonomi, inovasi, dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, transisi energi membutuhkan komitmen dan kerjasama dari semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat.

Atasi Perubahan Iklim

Transisi energi dapat membantu mengatasi perubahan iklim dengan cara mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) yang menjadi penyebab utama pemanasan global. GRK adalah gas yang menyerap dan memantulkan radiasi inframerah dari matahari, sehingga meningkatkan suhu permukaan bumi. GRK berasal dari berbagai sumber, tetapi sebagian besar berasal dari pembakaran bahan bakar fosil seperti gas alam, minyak, dan batu bara. Bahan bakar fosil merupakan sumber energi yang masih dominan digunakan di dunia saat ini, terutama untuk sektor transportasi, industri, dan listrik.

Transisi energi berarti beralih dari penggunaan bahan bakar fosil ke sumber energi terbarukan, bersih, dan ramah lingkungan. Sumber energi terbarukan adalah sumber energi yang dapat diperbarui secara alami dan tidak akan habis, seperti tenaga angin, tenaga surya, tenaga air, tenaga biomassa, dan tenaga geotermal. Sumber energi terbarukan tidak menghasilkan emisi GRK atau hanya sedikit, sehingga dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan iklim. Sumber energi terbarukan juga dapat meningkatkan efisiensi energi, menghemat biaya, dan menciptakan lapangan kerja baru.

Untuk mendukung transisi energi, diperlukan teknologi dan infrastruktur yang canggih dan terintegrasi. Beberapa teknologi yang berperan dalam transisi energi adalah baterai lithium-ion, smart grid, electric vehicle, dan hydrogen fuel cell. Teknologi-teknologi ini dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan, distribusi, dan penggunaan energi terbarukan. Teknologi-teknologi ini juga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil dan menghemat biaya energi.

Indonesia merupakan salah satu negara yang berkomitmen untuk melakukan transisi energi sebagai upaya untuk memitigasi perubahan iklim. Indonesia telah menetapkan target Bauran Energi Terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025 dan 31% pada tahun 20501Indonesia juga telah menetapkan Peningkatan Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (E-NDC) untuk menurunkan emisi GRK sebesar 31,89% pada tahun 2030 tanpa bantuan negara lain2Selain itu, Indonesia juga menjadi tuan rumah Presidensi G20 pada tahun 2023, yang menjadi kesempatan emas bagi Indonesia untuk menunjukkan dukungan terhadap transisi energi berkelanjutan3.

Transisi energi merupakan salah satu isu penting yang dihadapi oleh dunia saat ini. Transisi energi dapat membantu mengatasi perubahan iklim, krisis energi, dan ketimpangan sosial. Transisi energi juga dapat membuka peluang baru bagi pembangunan ekonomi, inovasi, dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, transisi energi membutuhkan komitmen dan kerjasama dari semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat.

Baca juga

Leave a Comment